Record Detail
Advanced SearchText
"PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI JERMAN BERDASARIKANSTUDY FENOMOLOGI BIDANG PERHOTELAN DI MUENCHEN JERMAN"
Latar Belakang: Sektor perhotelan Jerman sangat multikultural dan kian bergantung pada tenaga migran. Bagi pekerja Indonesia di München, komunikasi antarbudaya dan bahasa menjadi faktor penentu kinerja dan kesejahteraan.
Tujuan: Penelitian ini mendokumentasikan dan menganalisis pengalaman hidup pekerja migran Indonesia di industri perhotelan München, dengan fokus pada culture shock, sumber hambatan, pengaruh dialek (Bavarian vs. Hochdeutsch), konflik antarpersona di tempat kerja, serta strategi adaptasi linguistik dan budaya.
Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dalam paradigma interpretivisme–konstruktivisme, studi ini merujuk pada kerangka Akulturasi (Berry), Developmental Model of Intercultural Sensitivity/DMIS (Bennett), dan literatur culture shock. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur dengan 15 pekerja perhotelan asal Indonesia di München (Januari–Maret 2025) dan dianalisis menggunakan prosedur fenomenologis Moustakas.
Temuan: Partisipan mengalami tahapan culture shock (honeymoon → krisis → pemulihan → penyesuaian). Pemicu utama meliputi hambatan bahasa, gaya komunikasi Jerman yang langsung, sistem kerja yang disiplin/ketat, serta perbedaan sosio‑budaya sehari‑hari. Isu menonjol ialah pemahaman dialek Bavaria dibandingkan bahasa Jerman formal, yang memengaruhi penerimaan instruksi dan pelaksanaan tugas. Friksi interpersonal muncul antara pekerja Indonesia dan Jerman maupun antarsesama migran (misalnya kompetisi jam kerja). Adaptasi dilakukan melalui kursus bahasa formal, praktik di tempat kerja, penggunaan bahasa Inggris dan isyarat nonverbal, serta dukungan komunitas migran. Seiring waktu, peningkatan kompetensi linguistik (Hochdeutsch plus kesadaran dialek lokal) meningkatkan kepercayaan diri, integrasi, dan peluang karier.
Implikasi: Organisasi perhotelan perlu menyediakan rutinitas komunikasi inklusif, orientasi norma antarbudaya, dan dukungan bahasa yang terstruktur. Bagi pemangku kebijakan dan lembaga pengirim, pelatihan pra‑keberangkatan mengenai bahasa dan budaya kerja dapat mempermudah transisi. Kontribusi akademik studi ini ialah mengintegrasikan tahap culture shock, strategi akulturasi, dan perkembangan sensitivitas antarbudaya dengan konteks sektoral perhotelan.
Kata kunci: pekerja Indonesia; perhotelan; culture shock; komunikasi antarbudaya; fenomenologi.
Availability
| S202863SP | S2.MCM.019.25 | Hanya Tersedia Softcopy | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
S2.MCM.019.25
|
| Publisher | LSPR : Jakarta., 2025 |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






